Cara Mengurangi Plagiarisme

Cara Mengurangi Plagiarisme

Halo sobat publikasi, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara mengurangi plagiarisme.

Baiklah, sebelum membahas mengenai cara mengurangi plagiarisme, tentunya Anda harus mengetahui apa itu plagiarisme.

Apa Itu Plagiarisme?

Cara Mengurangi Plagiarisme

Di dalam dunia penulisan, plagiarisme erat hubungannya dengan mengambil karya atau gagasan dari orang lain.

Dengan melakukan tindakan plagiarisme, tentunya itndakan tersebut merupakan suatu kegiatan penjimplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain.

Setelah melakukan penjiplakan tersebut, plagiator akan menjadikannya seolah karangan dan pendapatnya sendiri.

Tindakan plagiat tentunya sadah dianggap sebagai tindak pidana.

Hal ini dikrenakan, plagiarisme merupakan tindakan pengambilan hak cipta orang lain.

Pada dunia pendidikan, pelaku plagiarisme akan mendapatkan hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah ataupun universitas.

Pendapat Para Ahli Mengenai Plagiarisme

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai tindakan plagiarisme.

Lantas, apa sajakah pendapat plagiarisme dari para ahli? Oleh karena itu, simak pembahasannya berikut ini.

1. Lester

Lester mengutarakan pendapatnya mengenai tindakan plagiarisime, dirinya mengungkapkan bahwa plagiarisme merupakan mengemukakan kata-kata atau pendapat orang lain sebagai kepunyaan kita sendiri.

2. Silverman

Selain Lester, ada juga ahli yang berpendapat mengenai tindakan plagiarisme, yakni Silverman yang berpendapat bahwa plagiarisme atau plagiasi adalah menulis fakta atau pendapat yang didapat dari orang lain atau buku, televisi, atau tape tanpa menyebutkan sumbernya.

3. Lindsey

Selanjutnya pendapat ahli dari tindakan plagiarisme adalah Lindsey.

Dirinya mengungkapkan bahwa plagiarime atau plagiat adalah tindakan menjiplak ide, gagasan, atau karya orang lain untuk diakui sebagai karya sendiri.

Selain itu, Lindsey memiliki pandangan bahwa plagiarisme merupakan tindakan yang menggunakan karya orang lain tanpa menyebut sumbernya.

Hal tersebut kemudian menimbulkan asumsi yang salah atau keliru mengenai asal muasal suatu ide, gagasan, atau karya.

4. Suyanto dan Jihad

menurut Suyanto dan Jihad, plagiarisme adalah suatu pencuarian gagasan, kata-kata, kalimat, atau hasil penelitian orang lain dan menyajikan seolah-olah sebagai karya sendiri.

5. Brotowidjoyo

Pendapat plagiarisme selanjutnya adalah dari Brotowidjoyo bahwa tindakan plagiarisme harus dihindari.

Menurut dirinya, plagiarisme merupakan pembajakan berupa fakta, penjelasan ungkapan dan kalimat orang lain secara tidak sah.

Ciri-Ciri Plagiarisme

Cara mengurangi plagiarisme

Tindakan plagiarisme merupakan tindakan pengambilan suatu hak cipta dan tentunya salah satu hal yang tidak baik untuk dilakukan.

Agar Anda lebih mengenal mengenai plagiarisme, anda bisa menyimak beberapa ciri mengenai tindakan plagiarisme.

Lantas, apa sajakah yang ciri-ciri plagiarisme ? Oleh karena itu, simak ulasannya berikut ini.

  1. Tidak menyebutkan identitas sumber pada artikel atau mengutip orang lain tanpa menggunakan tanda kutip.
  2. Mengambil ide, gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  3. Memiliki fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  4. Menjiplak tulisan orang lain dan mengaku bahwa tulisan terseut miliknya.
  5. Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam gaya kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  6. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan /atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah milik karya sendiri.

Jenis-Jenis Plagiarisme

Selanjutnya terdapat beberapa jenis plagiarisme yang harus Anda ketahui, lantas apa saja jenis-jenis plagiarisme? Oleh karena itu, simak pembahasannya berikut ini.

1.      Plagiarisme Kata (Word for word Plagiarism)

Pada umumnya plagiarsime kata menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.

Jenis plagiarisme ini memiliki kesamaan dengan istilah slavish copy, yaitu mengutip karya orang lain secara kata demi kata tanpa menyebut sumbernya.

Namun, mengapa dianggap plagiasi? Hal ini dikrenakan skala pengutipannya sangat substansial.

Sehingga, seluruh ide atau gagasan penulisnya benar-benar diambil dan biasanya banyak dilakukan pada karya tulis yang seharusnya tidak ada di buku bebas plagiarisme.

2.      Plagiarisme Sumber (Plagiarism of Source)

Plagiarisme sumber merupakan salah satu plagiat sumber yang cukup fatal.

Hal ini dikarenakan, jenis plagiarisme tersebut biasanya memiliki kesalahan, seperti tidak menyebutkan secara lengkap referensi yang dirujuk dalam kutipannya.


Jika memang ingin membuat buku bebas plagiarisme, maka nama penulis harus disertakan di dalam buku tersebut sebagai sikap menghormati  penulis dan tidak merugikan kepentingan penulis serta kontributor lainnya.

3.      Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship)

Tindakan plagiarisme kepengarangan bisa saja terjadi atas kesadaran dan motif kesengajaan untuk membohongi publik.

Misalnya mengganti sampul buku atau sampul karya tulis dengan sampul atas namanya tanpa izin.

4.      Self Plagiarisme

Jenis tindakan plagiarisme berikutnya adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi.

Selain itu, self plagiarisme menjadi salah satu tindakan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah.

Jenis plagiarisme ini merupakan suatu tindakan menambil karya sendiri dan ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti.

Sehingga, karya lama akan menjadi bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan.

Selain itu, pembaca akan memperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama.

5. Plagiat Ide (Plagiarsm of Ideas)

Jenis plagiarisme selanjutnya adalah plagiat ide atau pegambilan gagasan dari orang lain.

Jenis plagiarisme ini relatif sulit dibuktikan, karena ide atau gagasannya biasanya bersifat abstrak.

Tak hanya itu saja, jenis plagiarisme tersebut akan kemungkinan memiliki persamaan ide dengan orang lain.

Sehingga, akan memiliki potensi kemiripan pada dua ide yang sama dan  dua orang pencipta yang berbeda.

Cara Mengurangi Plagiarisme

Setelah mengetahui mengenai pengertian dari plagiarisme, pada pembahasan selanjutnya kita akan membahasa mengenai cara mengurangi plagiarisme.

1.   Gunakan Teknik Parafrase

Cara Mengurangi Plagiarisme yang pertama adalah dengan menggunakan teknik Parafrasa. 

Parafrasa sebuah merupakan teknik penulisan yang mengubah kalimat yang ditulis orang lain menjadi kalimat yang sesuai dengan gaya penulisan kita.

Akan tetapi, jika kita mengubahnya ke gaya penulisan kita, maka di akhir parafrase kalian tetap harus menyertakan sumber aslinya.

Teknik parafrase ini sering sekali digunakan dan bahkan sampai direkomendasikan untuk penulisan ilmiah.

Dengan menggunakan teknik parafrase,  tentunya akan memudahkan pembaca untuk lebih mudah memahami isi teks tersebut dan dapat menerjemahkan tulisan ke dalam gaya penulisan kita.

2. Cantumkan Sumber Referensi

Cara mengurangi plagiarisme selanjutnya adalah dengan menggunakan atau menyertakan sumber referensi pada artikel Anda.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, mengutip sumber merupakan hal yang sangat penting.

Walaupun Anda telah menggunakan tekhnik parafrase, hal ini tidak akan membantu mengurangi plagiarisme.

Hal tersebut dikarenakan, parafrase tidak akan membantu mengurangi plagiarisme jika kalian tidak menyertakan sumber kalimat.

3. Gunakan Sumber Yang Kredibel

Cara mengurangi plagiarisme selanjutnya adalah dengan menggunakan sumber terpercaya atau sumber yang kredibel.

Akan tetapi, jangan jadikan sumber yang kalian kutip sebagai sumber plagiarisme.

Sumber yang terpercaya adalah sumber yang mempunyai informasi tentang kapan sumber tersebut menerbitkannya.

Kesimpulan

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengurangi plagiarisme. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Apa itu plagiarisme dan dampaknya?

Mengutip dari laman University of Oxford, plagiarisme merupakan tindakan mencuri atau menjiplak karya orang lain tanpa mencantumkan pencetus ide. Tindakan ini juga dianggap sebagai pelanggaran integritas akademik yang mencederai nilai kejujuran intelektual.

Apa yang dimaksud plagiarisme dan contohnya?

Mengutip dari laman University of Oxford, plagiarisme merupakan tindakan mencuri atau menjiplak karya orang lain tanpa mencantumkan pencetus ide. Tindakan ini juga dianggap sebagai pelanggaran integritas akademik yang mencederai nilai kejujuran intelektual.18 Okt 2023

Plagiarisme termasuk apa?

Sederhananya plagiat adalah aktivitas menjiplak karangan orang lain dan mengakuinya sebagai karangan sendiri tanpa seizin pembuatnya, plagiat termasuk dalam tindakan kejahatan yang melanggar hak cipta dan pelaku yang melakukan plagiat disebut sebagai plagiator.