Halo sobat publikasi, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara penulisan jurnal.
Baiklah, sebelum membahas mengenai cara penulisan jurnal, tentunya Anda harus mengetahui apa itu jurnal.
Apa Itu Jurnal?

Jurnal ilmiah merupakan kumpulan dari artikel ilmiah yang diterbitkan secara berkala dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan hingga satu tahun sekali.
Jurnal ilmiah dapat dipublikasikan melalui institusi akademik atau organisasi profesi secara berkala yang berisi tentang artikel hasil penelitian dalam bidang tertentu.
Apabila Anda sudah menyusun penelitian melalui skripsi, tesis, disertasi, ataupun penelitian lainnya.
Pada jurnal ilmiah tentunya tidak hanya membahas mengenai laporan penelitian saja, akan tetapi jurnal tersebut juga membahas mengenai literatur review.
Selain itu, dalam penyusunan jurnal ilmiah akan menggunakan cara yang sistematis.
Walaupun didalam jurnal hanya berbentuk laporan singkat, akan tetapi jurnal ilmiah telah menjadi salah satu sumber literatur yang valid untuk penelitian.
Pada umumnya, jurnal ilmiah dibuat untuk dibaca oleh masyarakat yang tengah berkecimpung di dunia akademik.
Namun, tak ada salahnya juga bagi orang yang tidak sedang berkecimpung pun bisa saja membaca jurnal ilmiah.
Hal tersebut dikarenakan, sejatinya jurnal ilmiah dapat dipublikasikan secara bebas.
Di saat era baru pendidikan sekarang ini, publikasi jurnal ilmiah menjadi salah satu syarat utama dalam faktor, kelulusan mahasiswa, penilaian kerja, kenaikan pangkat dan sebagainya.
Jurnal yang terbitkan pun tidak terlepas dari beberapa kaidah dan aturan yang berbeda-beda serta tergantung porsi yang diinginkan oleh penerbit.
Mengapa Harus Menulis Jurnal?

Menulis jurnal ilmiah merupakan suatu proses dari rangkaian kegiatan yag terdiri dari rangkaian kegiatan meliputi persiapan, pengembangan isi, proses revisi, dan penyuntingan.
Jurnal ilmiah menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan akademik dan riset di lingkungan perguruan tinggi.
Anda harus melewati beberapa tahapan ataupun proses, hal ini dikarenakan agar tulisan yang telah dibuat akan menghasikan tulisan yang baik.
Selain itu, menulis memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan menguras otak.
Akan tetapi, dengan menulis jurnal ilmiah tentunya Anda bisa menyebarkan pengetahuan, membantumemvalidasi hasil penelitian, dapat meningkatkan reputasi institusi, dan mendukung kolaborasi.
Keuntungan Menulis Jurnal Ilmiah

Pada umumnya, menulis jurnal ilmiah dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, hingga profesional akademis dengan keperluan yang berbeda-beda. Akan tetapi, tak sedikit juga yang membuka jasa penerbit jurnal gratis.
Selain itu, dengan menulis jurnal ilmiah berbahasa Inggris , tentunya dapat meningkatkan potensi pengembangan karier, reputasi, dan prestasi akademik.
Namun, terdapat beberapa keuntungan atau manfaat dari menulis jurnal nasional maupun internasional.
Lantas, apa saja keuntungan menulis jurnal ilmiah? Oleh karena itu, simak pembahasannya berikut ini.
1. Meningkatkan Kemampuan Menulis Dalam Bahasa Inggris
Apabila Anda sering menulis jurnal ilmiah dalam bahasa Inggris, tentunya hal ini akan membuat keterampilan semakin terasah.
Sehingga, akan membentuk kebiasaan menulis bahasa Inggris secara profesional dan akademis.
2. Memiliki Daya pikir yang Lebih kritis
Dalam menulis jurnal ilmiah, tentunya harus memerlukan pola pikir yang kritis dan analitis.
Dengan menulis jurnal ilmiah, sudah dipastikan dapat memperkuat kemampuan pemikiran kritis sang penulis jurnal.
3. Berbagi Ilmu Pengetahuan
Hasil proses pada penelitian dan pengolahan data tentunya dapat memperkaya ilmu pengetahuan sang penulis ataupun pembaca.
Sehingga, akan sangat berguna untuk kehidupan masyarakat yang tengah menggeluti dunia perjurnarnalan.
4. Mendapatkan Feedback dari Para Ahli
Dengan menulis jurnal ilmiah, tentunya akan sangat memungkinkan mendapatkan umpan balik dan saran dari para ahli di bidang yang sama.
Sehingga, akan meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan menjadi lebih efektif.
5. Meningkatkan Hasil Penelitian
Dengan memjurnal ilmiah, materi penelitian dapat dikembangkan ke arah yang lebih baik.
Komunitas masyarakat, peneliti, dan ahli di bidang tersebut dapat membaca dan melakukan review hasil dan proses penelitian.
Hal ini dapat berkaitan dengan evaluasi ide, hipotesis, dan metode penelitian yang baru. Perlu kamu ketahui, publikasi jurnal ini terbagi dua yaitu publikasi jurnal gratis dan publikasi jurnal berbayar.
Cara Penulisan Jurnal

Terdapat beberapa langkah-langkah untuk menulis jurnal yang baik dan benar. Lantas, bagaimana carannya menulis jurnal yang baik dan benar? Oleh karena itu, mari kita simak pembahasannya berikut ini.
Nah, berikut ini adalah langkah-langkah menulis jurnal yang baik dan benar.
1. Pilihlah Topik dan Baca Penelitian Terdahulu
Cara Penulisan Jurnal yang pertama adalah apabila Anda memilih topik yang disukai, tentunya Anda akan menulis akan terasa lebih menyenangkan jika memilih topik yang Anda minati.
Terlebih lagi jika topik yang Anda pilih sesuai dengan tema yang ditentukan atau mendapatkan izin dari dosen pembimbing.
Tak hanya itu, Anda dapat menambah wawasan dengan membaca jurnal penelitian terdahulu.
Ketika membaca penelitian terlebih dahulu, tentunya Anda perlu memperhatikan kualitas jurnal, tahun terbit, metode, lokasi penelitian, hasil dan saran.
2. Mencari Sumber Data
Cara menulis jurnal yang baik dan benar berikutnya adalah Anda dapat menemukan sumber data dalam 2 jenis, yaitu sumber data primer dan data sekunder.
Sumber data primer merupakan hasil data yang telah didapatkan oleh suatu lembaga tertentu, sehingga Anda hanya mengolah datanya saja.
Jenis sumber berikutnya adalah sumber data sekunder yang bisa mendapatkan data secara langsung ke lapangan, misalnya dengan melakukan wawancara terhadap narasumber.
3. Buatlah Kerangka Pikir
Jika Anda sudah memiliki gambaran atau kerangka pikir, maka Anda sudah mengumpulkan banyak informasi dan membaca secara mendalam.
Selain itu, Anda bisa membuat kerangka pikir yang mudah dipahami agar dapat lebih mudah ketika melanjutkan penelitian ke tahap selanjutnya.
4. Penulisan Artikel
Cara menulis jurnal berikutnya adalah dengan melalui atau memasuki proses penulisan jurnal.
Anda akan melalui beberapa langkah selanjutnya, yaitu menentukan pendahuluan, studi pustaka, metode penelitian, hasil dan kesimpulan.
Saat membuat pendahuluan Anda harus memasukkan keunikan dan novelty terkait topik yang dipilih.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pembuatan daftar pustaka setelah melakukan pengutipan.
5. Revisi atau Penyuntingan
Pada tahap yang terakhir mengenai cara menulis jurnal yang baik dan benar adalah dengan mengecek kembali kalimat tersebut sudah sesuai dengan topik atau masih perlu perbaikan.
Apabila terdapat kalimat yang tidak mendukung pernyataan, tentunya akan lebih baik dihapus.
Hal tersebut dikarenakan, agar kalimat yang disampaikan dapat lebih efektif.
Setelah mengetahui langkah-langkah cara menulis jurnal yang baik dan benar, Anda juga dapat memastikan apakah jurnal yang Anda buat sudah diterjemahkan dengan benar.
Jika Anda inin publikasi internasional, maka Anda harus melalui proses yang sudah dipaparkan diatas.
Kesimpulan
Terdapat beberapa cara penulisan jurnal yang harus kita diperhatikan dengan seksama.
Dengan memperhatikan penulisan jurnal, tentunya hal ini akan sangat beranfaat bagi masyarakat yang khususnya sedang menggeluti dunia perjurnalan.
Mungkin itu saja pembahasan yang dapat kami sampaikan mengenai cara penulisan jurnal yang baik dan benar.
Semoga informasi terkait cara penulisan jurnal tersebut dapat berguna bagi kita semua.
Secara umum, esensi sistematika penulisan jurnal sama, yaitu terdiri atas judul, nama dan instansi penulis, abstrak, pendahuluan, pembahasan, simpulan dan daftar pustaka.
Penulisan jurnal adalah proses mencatat wawasan pribadi, refleksi dan pertanyaan mengenai topik yang ditugaskan atau pribadi . Proyek jurnal yang ditugaskan di kelas mungkin mencakup pemikiran Anda tentang pengalaman sehari-hari, tugas membaca, peristiwa terkini, atau eksperimen sains.
Naskah harus ditulis dengan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran font 12 pt (kecuali judul artikel, nama penulis dan judul abstrak), berjarak satu spasi, dan dalam format satu kolom (kecuali bagian judul artikel, nama penulis, dan abstrak).








