Apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal adalah salah satu topik yang paling sering ditanyakan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, hingga penulis artikel ilmiah pemula.
Banyak yang sudah sering mendengar istilah DOI, tetapi tidak benar-benar memahami apa maknanya, bagaimana DOI bekerja, dan kenapa hampir semua jurnal ilmiah mewajibkan adanya nomor DOI.
Dalam dunia akademik, DOI sudah menjadi standar global. Jika sebuah artikel memiliki DOI, maka artikel tersebut dianggap lebih kredibel, mudah ditemukan, dan lebih aman secara keilmuan.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu DOI, fungsi DOI dalam jurnal, serta bagaimana DOI dapat meningkatkan kualitas dan reputasi publikasi ilmiah Anda.
Pengertian DOI (Digital Object Identifier)

Sebelum membahas lebih jauh apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal, kita perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan DOI secara definisi.
DOI (Digital Object Identifier) adalah sebuah kode unik permanen yang diberikan pada dokumen digital seperti artikel jurnal, e-book, skripsi, disertasi, prosiding, hingga dataset penelitian.
Fungsi utama DOI adalah memberikan identitas tetap pada sebuah karya ilmiah agar bisa ditemukan secara online dengan mudah meskipun lokasi atau URL-nya berubah.
Dengan kata lain, DOI adalah seperti “KTP digital” untuk artikel ilmiah.
Contoh DOI:
10.1234/abcd.56789
Kode itu tidak akan berubah selamanya, meskipun jurnal dipindahkan ke server lain atau website berganti domain.
Baca Juga : Cara Download Jurnal Internasional Dengan Doi
Kenapa DOI Sangat Penting dalam Publikasi Ilmiah?

Saat membicarakan apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal, kita tidak bisa mengabaikan peran besarnya dalam menjaga keberlanjutan karya ilmiah.
Berikut beberapa alasan kenapa DOI penting:
- Mempermudah sitasi (citation)
- Menjaga integritas dan kredibilitas karya
- Memastikan dokumen bisa diakses jangka panjang
- Meningkatkan reputasi penulis dan jurnal
- Mempermudah indexing di Scopus, SINTA, Google Scholar
Sederhananya, DOI adalah “alamat permanen” yang memastikan artikel Anda tidak hilang di dunia maya.
Cara Kerja DOI dalam Sistem Jurnal Ilmiah

Untuk lebih memahami apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal, mari lihat bagaimana DOI bekerja.
Ketika sebuah artikel dipublikasikan, penerbit jurnal akan mendaftarkan artikel tersebut ke lembaga registrasi DOI seperti:
- CrossRef
- DataCite
- mEDRA
- CNKI
Setelah DOI diberikan, kode tersebut akan terhubung ke metadata artikel seperti:
- Judul artikel
- Nama penulis
- Tahun publikasi
- Nama jurnal
- Nomor volume dan issue
- URL artikel
Kelebihan DOI adalah: meskipun URL berubah, DOI tetap bisa mengarahkan pembaca ke halaman terbaru.
Manfaat dan Fungsi DOI dalam Jurnal Ilmiah

Bagian ini adalah inti dari pembahasan mengenai apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal. DOI memiliki banyak fungsi penting yang tidak bisa digantikan oleh URL biasa.
1. Identitas Permanen untuk Artikel
Setiap artikel yang memiliki DOI akan tetap dapat ditemukan meskipun alamat web berubah. Tanpa DOI, artikel bisa hilang jika server down atau website tutup.
2. Memudahkan Sitasi dan Referensi
Banyak gaya sitasi seperti APA, MLA, Chicago, hingga IEEE merekomendasikan penggunaan DOI sebagai bagian dari referensi, karena DOI lebih terpercaya dibanding URL.
Contoh sitasi dengan DOI:
Author. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal. https://doi.org/10.xxxx/xxxx
3. Bukti Kredibilitas Jurnal
Jurnal yang memiliki DOI dianggap lebih profesional dan terstandarisasi secara internasional. Karena itu, hampir semua jurnal bereputasi (Scopus, SINTA, WoS) wajib memiliki DOI untuk setiap artikelnya.
4. Meningkatkan Visibilitas dan Indexing
Artikel dengan DOI lebih mudah diindeks oleh:
- Google Scholar
- Scopus
- Dimensions
- DOAJ
- BASE
- SINTA
Semakin mudah ditemukan, semakin besar peluang artikel Anda disitasi oleh peneliti lain.
5. Mendukung Pelacakan Sitasi (Citation Tracking)
Sistem DOI mempermudah pencatatan jumlah sitasi, sehingga penulis atau institusi dapat memantau perkembangan artikel dari waktu ke waktu.
Siapa yang Berhak Mengeluarkan DOI?

Setelah memahami apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal, pertanyaan berikutnya adalah: siapa sebenarnya yang membuat DOI?
Perlu diketahui bahwa penulis tidak bisa membuat DOI sendiri. DOI hanya bisa dibuat oleh:
- Penerbit jurnal
- Organisasi resmi yang bekerja sama dengan CrossRef/DataCite
- Universitas (melalui Institutional Repository)
- Lembaga penelitian
Dengan demikian, DOI baru bisa didapat setelah artikel dinyatakan lulus review dan siap publikasi.
Perbedaan DOI dengan URL Biasa

Banyak penulis pemula mengira DOI dan URL adalah hal yang sama. Padahal keduanya sangat berbeda. Dan memahami perbedaan ini sangat penting ketika membahas apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal.
Perbedaan Utama:
| DOI | URL |
|---|---|
| Permanen | Bisa berubah kapan saja |
| Diakui secara internasional | Tidak ada standar internasional |
| Mudah dilacak | Sulit dilacak |
| Dipakai untuk sitasi resmi | Tidak direkomendasikan untuk sitasi ilmiah |
| Mengarah ke metadata lengkap | Hanya mengarah ke halaman web |
Jadi, DOI jauh lebih unggul daripada URL biasa.
Cara Mengecek DOI Sebuah Artikel

Jika Anda ingin memastikan artikel memiliki DOI, Anda bisa mengeceknya melalui:
- Website jurnal
- Halaman CrossRef (search.crossref.org)
- Google Scholar
- Metadata PDF artikel
Biasanya DOI ditempatkan di halaman awal artikel atau metadata PDF.
Kesimpulan
Pembahasan mengenai apa itu DOI dan fungsinya dalam jurnal sangat penting dipahami oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun penulis ilmiah pemula.
DOI adalah identitas digital permanen yang menjaga kredibilitas, aksesibilitas, dan visibilitas sebuah artikel ilmiah. Selain menjadi standar internasional untuk sitasi, DOI juga memastikan artikel Anda tetap dapat ditemukan meskipun alamat web berubah.
Dengan memiliki DOI, artikel lebih mudah diindeks, lebih mudah disitasi, serta memiliki nilai ilmiah yang lebih tinggi. Jadi jika Anda ingin publikasi Anda diakui secara profesional, pastikan jurnal tempat Anda mengirimkan artikel sudah menggunakan DOI resmi.
FAQ
1. Apa itu DOI dalam jurnal?
DOI adalah singkatan dari Digital Object Identifier, yaitu kode unik permanen yang digunakan untuk mengidentifikasi artikel ilmiah agar mudah ditemukan dan disitasi.
2. Apa fungsi DOI dalam jurnal?
DOI berfungsi sebagai identitas permanen artikel, memudahkan sitasi, meningkatkan kredibilitas jurnal, dan membantu indexing di Google Scholar, Scopus, dan database lainnya.
3. Kenapa DOI penting untuk publikasi ilmiah?
Karena DOI menjamin artikel tetap dapat ditemukan meskipun URL berubah. DOI juga meningkatkan visibilitas, reputasi, dan peluang sitasi.








