Bagi kamu yang masih bingung atau tidak tahu terkait cara tembus jurnal internasional, silahkan simak sampai habis artikel ini.
Menembus jurnal internasional scopus memang susah-susah gampang, akan tetapi jika kamu tahu triknya dijamin menjadi mudah.
Memiliki jurnal yang terindeks scopus merupakan sebuah pencapaian tersendiri, khususnya bagi dosen dan mahasiswa.
Namun, seperti yang sudah kita ketahui bersama untuk menghasilkan jurnal yang tembus dan terindeks di scopus tidak semudah membalikan telapak tangan.
Ada banyak langkah yang harus dilakukan, seperti revisi yang mungkin harus kamu lakukan agar naskah yang diterbitkan memenuhi standar yang ditetapkan.
Untuk diketahui, ada banyak jurnal dari berbagai negara di dunia ini yang menerbitkan bermacam-macam penelitian.
Jurnal sendiri di fungsikan untuk meninjau seberapa baik dan efektifnya hasil penelitian yang telah kamu lakukan.
Scopus menjadi pusat data atau database yang mewadahi para peneliti, dosen dan mahasiswa untuk mempublikasikan karyanya.
Baca Juga: scopus jurnal internasional
Cara Tembus Jurnal Internasional Scopus

Meskipun menembus jurnal internasional terbilang sulit, bukan berarti tidak ada cara dan tips agar jurnal kita bisa tembus di scopus.
Pada bagian ini kami akan menjelaskan beberapa cara tembus jurnal internasional, berikut adalah penjelasannya:
1. Menggunakan Minimal 20 Referensi – Cara Tembus Jurnal Internasional
Memang membuat naskah dengan minimal 20 referensi memerlukan waktu yang tidak sedikit, namun cara ini diyakini akan meningkatkan kualitas publikasi.
Perlu diingat bahwa kebanyakan jurnal berkualitas biasanya mempertimbangkan jumlah referensi, semakin banyak maka akan semakin baik.
2. Plagiasi Tidak Lebih dari 15 persen
Perlu kamu ketahui bahwa tindakan plagiarisme di dalam penulisan jurnal ilmiah ilmiah sangat dikecam, cobalah untuk membuat artikel yang original.
Untuk mengecek persentase plagiarisme pada sebuah artikel, kamu bisa menggunakan beberapa software pemeriksa plagiarism gratis atau berbayar yang tersedia di Internet.
Pastikan karya milikmu memiliki nilai plagiarisme maksimal 15 persen karena artikel jurnal dengan rating tertinggi scopus mensyaratkan nilai plagiarisme 15 persen ke bawah.
Sementara itu, artikel dengan peringkat scopus terendah pun memiliki nilai plagiarism maksimal hanya 20 persen.
3. Penulis Berasal dari Berbagai Negara
Penelitian yang baik biasanya tidak dilakukan perseorangan, namun melibatkan penulis dari berbagai negara.
Maka dari itu, undanglah orang-orang yang sudah pernah mempublikasikan di scopus untuk melakukan penelitian bersama, hal ini memberi editor jurnal penilaian individu agar naskah milikmu bisa tembus jurnal internasional.
4. Hindari Jurnal Predator
Jangan menyerahkan naskah secara gampang ke jurnal tanpa sumber yang jelas atau lebih kita kenal dengan istilah predator.
Ini adalah aturan terpisah untuk menerbitkan makalah, umunya jurnal yang bagus tidak pernah mengirimkan email untuk disubmit di tempatnya.
Adapun cara untuk melihat daftar jurnal predator adalah dengan mengunjungi Beall’s List of Predatory Journals and Publishers.
5. Banyak Berlatih – Cara Tembus Jurnal Internasional
Metode penulisan untuk jurnal yang dapat dipublikasikan di database internasional seperti scopus tidak hanya melibatkan ilmu pengetahuan atau teknologi canggih.
Kamu bisa berlatih menulis dengan membahas hal-hal yang mendasar dan dikuasai untuk meningkatkan pemahaman tentang suatu hal.
Sebuah kehormatan tersendiri jika kamu bisa publish jurnal internasional, walaupun harus jatuh bangun terlebih dahulu.
Intinya, jangan mudah menyerah jika naskah yang diajukan ditolak, gunakan tips di atas dan coba kembali.
Butuh Pendampingan Publikasi Jurnal Nasional atau Internasional Terbit Cepat? Konsultasikan Sekarang!
Akhir Kata
Cukup sampai di sini pembahasan tentang cara tembus jurnal internasional, semoga dapat dipahami dan menambah wawasan pembaca.
FAQ
Jurnal internasional yang berkualitas harus memenuhi kriteria sebagai berikut. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika akademik. Memiliki ISSN. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok).
Situs jurnal Internasional ini merupakan milik perusahaan Google. Dalam situs ini tersedia ratusan jurnal ilmiah yang bisa diakses dengan beragam format.
Jika jurnal Sinta merupakan database pustaka nasional, maka Scopus merupakan database untuk jurnal internasional yang telah memiliki reputasi.









