Cara menulis jurnal internasional yang baik dan benar masih dipertanyakan oleh banyak orang, kamu dapat simak artikel ini hingga habis untuk mengetahui langkah-langkahnya.
Apa Itu Jurnal Internasional?

Sebelum masuk ke pembahasan cara menulis jurnal internasional, ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu jurnal internasional, berikut adalah ulasannya:
Jurnal internasional adalah publikasi jurnal yang dilakukan oleh pihak internasional yang terbagi menjadi menjadi dua reputasi, yakni baik dan tidak.
Salah satu ciri jurnal bereputasi yang mudah kita kenali adalah terindeks di basis data atau database bereputasi dan scopus.
Tidak hanya dalam bahasa Inggris, penelitian juga bisa ditemukan di website internasional dalam bahasa internasional yang diakui PBB, seperti Arab, Rusia, China, dan lainnya.
Meski begitu, kebanyakan dosen yang menerbitkan jurnal internasional menggunakan bahasa Inggris.
Menerbitkan jurnal saat ini menjadi salah satu syarat wajib untuk kelulusan di jenjang Pendidikan Pascasarjana.
Adapun faktor-faktor yang membuat jurnal internasional sulit untuk ditembus, yakni penulisan yang kompleks, reviewer yang lebih ketat dan antrean penulis jurnal dari berbagai negara di dunia.
Baca Juga: Tempat Publikasi Jurnal Internasional
Struktur Penulisan Jurnal Internasional

Adapun struktur atau susunan penulisan jurnal internasional yang yang harus dipenuhi sebagai berikut:
- Title.
- Authors.
- Affiliation.
- Abstract.
- Introduction.
- Materials and Method.
- Result.
- Discussion.
- Conclusion.
- Acknowledgements.
- References.
Cara Menulis Jurnal Internasional

Nah, agar kamu lebih terbantu di bagian ini kami akan memaparkan cara menulis jurnal internasional, berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Tentukan Tema Penelitian
Langkah pertama dalam cara menulis jurnal internasional adalah dengan menentukan tema dari penelitian, hal ini sangat vital karena bisa menjadi acuan agar jumal milikmu dibaca oleh banyak orang.
Kamu dapat memilih tema yang populer akan tetapi masih relavan dengan bidang ilmu yang kamu kuasai dan terdapat unsur kebaruan guna menambah informasi terbaru di dalamnya.
2. Relevan dengan Bidang Keilmuan
Ketika mencari sebuah jurnal referensi sangat disarankan untuk tidak sembarangan karena jurnal referensi harus sesuai dengan bidang keilmuan yang kamu kuasai.
Hal ini dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gagal di pertengahan jalan karena relevan dan jurnal tersebut akan dianggap kompeten di bidangnya.
3. Buat Reviewer Terpikat
Ketika menulis jurnal tentunya harus sesuai dengan keinginan para pembaca.
Maka dari itu, menggunakan reverensi dari penelitian sangat penting untuk dilakukan tetapi masih sesuai dengan bidang ilmu yang kamu kuasai.
4. Pakai Alat Supaya Tidak Human Error
Dalam pembuatan jurnal juga disarankan mengikuti panduan penelitian yang berlaku agar mempermudah proses penerbitan.
Selain itu, diusahakan sebisa mungkin menghindari kesalahan yang disebabkan oleh human error, seperti typo, salah tata bahasa, salah dalam penyusunan bagian jurnal, dan lainnya.
5. Menghindari Plagiat
Salah satu hal yang harus kamu hindari dalam ruang lingkup dunia publikasi adalah plagiat karena dapat membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.
6. Menyusun Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka juga tidak kalah penting pada bagian ini kamu harus teliti dan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam sebuah penulisan.
Eits, jangan khawatir kamu bisa menggunakan alat atau aplikasi khusus untuk memudahkan penyusunan daftar pustaka dan menghindari human error.
7. Susun Persembahan
Pada bagian ini kamu dapat memaktubkan ucapan terima kasih dan mengapresiasi pihak-pikah yang telah membantu dalam proses penyusunan jurnal.
Begian ini bisa kamu letakan di bagian akhir jurnal yang pastinya hal ini juga sangat penting untuk dihadirkan.
8. Pembayaran
Jika kamu sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari hasil jurnal yang disusun bisanya di dalamnya akan ada invoice maka kamu sudah bisa melakukan pembayaran.
Pembayaran tersebut bisa menggunakan mata uang negara asal maupun memakai dolar Amerika Serikat.
Akhir Kata
Cukup sampai di sini pembahasan tentang cara menulis jurnal internasional, semoga dapat dipahami dan menambah wawasan pembaca.
FAQ
Jurnal internasional adalah publikasi akademik yang berisi artikel-artikel penelitian yang telah melalui proses penelaahan oleh para ahli (peer review) dan diterbitkan oleh penerbit yang berbasis di luar negeri atau memiliki pembaca dan penulis yang berasal dari berbagai negara.
Hal pertama yang paling terlihat adalah bahasa. Jurnal internasional menggunakan bahasa PBB. Ada 6 bahasa resmi yaitu Inggris, Spanyol, Tiongkok, Rusia, Perancis, dan Arab.
KEMENTERIAN Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyatakan publikasi jurnal ilmiah internasional tidak harus terindeks Scopus, namun bisa juga terindeks lainnya.








