Upload Jurnal Sinta

Upload Jurnal Sinta

Bagi kamu yang sedang mencari informasi seputar upload jurnal sinta, silahkan simak artikel ini hingga akhir untuk mendapatkan jawabannya.

Memahami cara upload jurnal sinta sangat penting, khususnya dosen karena saat ini ada imbauan dosen wajib melakukan publikasi jurnal internasional maupun nasional terakredirasi.

Secara tidak langsung publikasi tersebut dapat meningkatkan jumlah jurnal dan bisa mendorong pendidikan tinggi di Indonesia.

Baca Juga: jurnal yang terbit setiap bulan

Upload Jurnal Sinta

Cara upload jurnal sinta sangat mudah, kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkah sederhana, antara lain:

1. Mendaftar Akun Sinta – Upload Jurnal Sinta

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk upload jurnal di sinta adalah mendaftarkan akun ke sinta.

Hal ini sangat penting karena nantinya dapat mempermudah proses penerbitan jurnal.

Para dosen yang belum memiliki akun sinta wajib mendaftar karena bagian ini menjadi hal yang sangat utama.

Lantas, bagaimana cara membuat akun sinta? Simak ulasannya di bawah ini:

  • Kunjungi laman resmi sinta di https://sinta.kemdikbud.go.id/, lalu masuk ke menu registration yang berada di bagian atas.
  • Jika kamu sudah memiliki akun sinta maka lakukan login dengan masuk ke menu author login pada halaman utama.

2. Mengisi Formulir Registrasi

Setelah melakukan pendaftaran, kamu akan diminta untuk mengisi formulir registrasi akun.

Isi formulir tersebut dengan data yang valid, mulai dari nama lengkap, ID Google Scholar, ID Scopus, nomor KTP, dan lain sebagainya.

3. Masukan ID Google Scholar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, akan ada proses memasukkan ID Scopus dan ID Google Scholar karena kedua database tersebut nantinya akan disinkronkan dengan sinta.

4. Pengecekan Kelengkapan Data

Pastikan data yang dimasukkan pada saat pengisian formulir sudah lengkap dan jangan terburu-buru untuk menekan tombol registrasi.

Cek kembali data yang dimasukkan untuk memastikan kalau tidak ada data yang kosong kecuali ada keterangan tertentu yang boleh dikosongkan.

Lebih lanjut, pastikan juga semua datanya valid karena pihak pengembang sinta akan melakukan proses verifikasi.

Misalnya, pengecekan nama dosen dan statusnya di perguruan tinggi, jabatan fungsional, NIDN, dan lain sebagainya.

Selama masa pendaftaran jangan mengubah data profil yang ada di Scopus dan Google Scholar, biarkan apa adanya demi kelancaran proses pendaftaran.

Pasalnya, kedua platform tersebut akan dibuat saling berhubungan, jika ID yang dimasukkan berbeda maka akan muncul kendala dalam proses pendaftaran.

5. Proses Verifikasi – Upload Jurnal Sinta

Pihak sinta juga akan melakukan pengecekan data untuk memastikan data yang dimasukkan dosen benar dan valid.

Adapun bagian yang dicek, seperti pengecekan ke perguruan tinggi, ID Scopus dan ID Google Scholar, NIDN, dan lain-lain.

Kalau tidak ada indikasi kesalahan proses verifikasi sudah selesai dilakukan.

Status akun di sinta juga akan berubah menjadi verified, hal ini memakan banyak waktu bahkan hingga berhari-hari.

Itulah alasan mengapa selama proses pendaftaran dilarang mengubah data apapun.

6. Update Data Profil dan Dokumen

Ketika akun terverifikasi, berikutnya kamu akan diarahkan untuk memperbarui data profil, di akun sinta yang sudah selesai dibuat.

Lengkapi data profil karena nantinya berperan dalam menentukan nama author dari jurnal yang di publikasikan ke sinta dan memudahkan pencarian.

7. Tahap Sinkronisasi

Nah, langkah berikutnya, yaitu tahap sinkronisasi antara akun di Google Scholar dan Socpus dengan akun di sinta.

Jika proses sinkronisasi sudah selesai maka jurnal yang sebelumnya pernah diterbitkan di Google Scholar dan Scopus dapat di tampilkan di halaman sinta.

Selain itu, proses sinkronisasi juga dapat memudahkan para dosen untuk bisa mengetahui perkembangan publikasi sebelumnya.

Dosen yang sudah berhasil mencapai tahap ini dapat masuk ke tahap indeks atau akreditasi.

8. Tahap Akreditasi

Tahap indeks atau akreditasi, menjadi langkah terakhir dalam cara upload jurnal sinta dan bisa di lakukan oleh sendiri maupun para dosen.

Singkatnya, kamu dapat mengajukan akreditasi terhadap jurnal tersebut ke ARJUNA di halaman http://arjuna.ristekdikti.go.id/.

Jika skor akreditasinya mulai dari 70 hingga 85 maka kamu akan mendapatkan akreditasi B dan berada di kategori sinta 2.

Kalau skor akreditasinya di atas 85 maka kamu akan mendapatkan akreditasi A dan berada di kategori sinta 1.

Butuh Pendampingan Publikasi Jurnal Nasional atau Internasional Terbit Cepat? Konsultasikan Sekarang!

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah image.png

Akhir Kata

Cukup sampai di sini pembahasan tentang upload jurnal sinta, semoga dapat dipahami dan menambah wawasan pembaca.


FAQ

Apakah publish jurnal di SINTA berbayar?

Berapa sih biaya publikasi jurnal sinta itu? Biaya publikasi jurnal Sinta di bulan juli ini berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 7.500.000. Jadi tergantung kebutuhan kamu.

Apakah mahasiswa bisa upload jurnal Sinta?

Tentu saja sangat bisa, asal kita memiliki artikel ilmiah yang memenuhi syarat jurnal yang ingin kita tuju. Ini adalah artikel ilmiah pertama saya pada waktu masih menjadi mahasiswa S1 bersama dosen pembimbing saya yang dapat publish di jurnal terindeks SINTA 2.

SINTA 2 bayar berapa?

Namun, untuk jurnal SINTA 2, biaya publish umumnya berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 6 juta. Biaya ini meliputi beberapa hal seperti biaya review artikel, biaya editorial, biaya publikasi artikel, dan biaya administrasi tergantung pada penyedia layanan serta seberapa profesional layanan yang diberikan.