Publikasi Jurnal SINTA 2

Publikasi Jurnal SINTA 2 2026: Syarat, Peluang, dan Waktu

Publikasi jurnal SINTA 2 adalah target yang paling sering disebut, dan paling sering meleset. Bukan karena penulisnya tidak mampu — tapi karena banyak yang datang membawa naskah berkualitas SINTA 3, lalu bingung kenapa ditolak.

SINTA 2 adalah peringkat kedua tertinggi dalam sistem akreditasi jurnal nasional, dengan skor ARJUNA 70 sampai di bawah 85. Bobot angka kreditnya 25 sama persis dengan SINTA 1. Itulah yang membuatnya jadi titik incar dosen yang mengejar Lektor Kepala. Untuk mahasiswa S3, cukup banyak program doktoral yang mensyaratkan minimal peringkat ini sebelum sidang.

Panduan ini tidak mengulang teori umum. Fokusnya satu hal yang jarang dijawab dengan jujur: apa persisnya yang membedakan naskah yang diterima SINTA 2 dari naskah yang mentok di SINTA 3 — lengkap dengan estimasi waktu dan biaya apa adanya.

📌 Belum yakin SINTA 2 memang levelmu? Cek dulu peta lengkap semua peringkat di Panduan Publikasi Jurnal SINTA →. Kalau tenggatmu di bawah enam bulan, jujur saja: SINTA 2 hampir mustahil dikejar.

🎯 Naskahmu sudah selevel SINTA 2 atau belum?

Konsultasi Gratis — Kami Bedah Naskahmu Dulu

SINTA 1–6 | Semua rumpun ilmu | Tanpa biaya konsultasi

📲 Konsultasi Sekarang

🔍 Saya Ingin Langsung ke Bagian…


Apa Itu Jurnal SINTA 2?

Jurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional yang memperoleh skor akreditasi ARJUNA antara 70 sampai di bawah 85, lalu ditampilkan di portal SINTA dengan label S2. Dari sisi tata kelola, jurnal di level ini sudah setara jurnal internasional: proses editorial rapi, reviewer punya rekam jejak, dan penerbitannya konsisten.

Karena itu tidak sedikit jurnal SINTA 2 yang juga terindeks Scopus atau Web of Science. Konsekuensinya penting untuk kamu pahami: begitu sebuah jurnal masuk indeks internasional, standar naskahnya ikut naik — termasuk tuntutan Bahasa Inggris akademik.

⚠️ Peringkat bisa berubah. Akreditasi punya masa berlaku, dan jurnal bisa naik atau turun saat reakreditasi. Jurnal yang tahun lalu SINTA 2 bisa jadi SINTA 3 sekarang. Patokan yang sah cuma satu: data di portal SINTA saat kamu mengecek — bukan klaim di website jurnalnya, dan bukan katalog jasa publikasi.

Bedanya Naskah SINTA 3 dan SINTA 2

Ini bagian yang paling berharga di halaman ini. Mayoritas penolakan di SINTA 2 bukan soal template atau administrasi — melainkan karena naskahnya, secara substansi, memang naskah SINTA 3. Berikut selisihnya per aspek:

Aspek Cukup untuk SINTA 3 Dituntut SINTA 2
Novelty Konteks, lokasi, atau populasi baru dari metode yang sudah mapan Kontribusi teoretis atau metodologis yang bisa dinyatakan dalam satu kalimat
Research gap Disebutkan di pendahuluan Dibuktikan lewat sintesis literatur — bukan sekadar diklaim
Metode Dijelaskan lengkap dan bisa direplikasi Dijelaskan + dijustifikasi: kenapa metode ini, bukan yang lain
Data Memadai untuk menjawab rumusan masalah Cukup kaya untuk menopang klaim, dengan uji validitas dan reliabilitas eksplisit
Referensi 80% mutakhir dari jurnal terindeks 80% mutakhir + porsi signifikan dari jurnal internasional bereputasi
Pembahasan Melaporkan dan menjelaskan hasil Mengadu hasil dengan temuan peneliti lain — termasuk yang bertentangan
Bahasa Indonesia baku, boleh abstrak dwibahasa Banyak jurnal S2 mensyaratkan Inggris akademik tingkat jurnal
Uji cepat: coba jawab satu pertanyaan ini dalam satu kalimat — “Apa yang sekarang diketahui dunia berkat artikel saya, yang sebelumnya tidak diketahui?” Kalau jawabannya berbentuk “saya menerapkan metode X di tempat Y”, itu naskah SINTA 3–4 yang sangat baik. Kalau jawabannya menambah sesuatu pada teori atau metodenya, barulah kamu punya peluang di SINTA 2.

Siapa yang Sebaiknya Menargetkan SINTA 2?

Situasimu Sepadan? Alasannya
Mahasiswa S3 (disertasi) Ya Banyak prodi doktoral mensyaratkan minimal S2 — mulai jauh sebelum jadwal sidang
Dosen kejar Lektor Kepala Ya Bobot 25 sepadan dengan waktu tempuhnya yang panjang
Dosen kejar Guru Besar Ya Biasanya dipadukan dengan jurnal internasional bereputasi
Dosen kejar Lektor Pikirkan lagi SINTA 3–4 memberi KUM 20 dengan waktu jauh lebih pendek
Pelaporan BKD rutin Tidak Yang dibutuhkan konsistensi tiap semester, bukan peringkat tertinggi
Mahasiswa S2 (tesis) Umumnya tidak Antreannya sering lebih panjang dari sisa masa studimu
Publikasi pertama Tidak Peluang lolos sangat kecil tanpa pengalaman menanggapi reviewer
📌 Yang jarang dibilang orang: satu artikel terbit di SINTA 4 jauh lebih berharga daripada tiga naskah yang mengendap setahun di antrean SINTA 2. Kalau kamu belum pernah publikasi sama sekali, jalur paling cepat menuju SINTA 2 justru dimulai dari SINTA 4 — karena di situ kamu belajar ritme review tanpa membakar dua tahun.

Syarat Publikasi Jurnal SINTA 2

Selain syarat umum yang berlaku di semua level — orisinal, sesuai template, similarity di bawah ambang, berkas lengkap — jurnal SINTA 2 menuntut beberapa hal tambahan:

Kebaruan yang eksplisit — nyatakan kontribusimu di pendahuluan, jangan biarkan reviewer menebaknya sendiri

Sintesis literatur, bukan daftar — tunjukkan perdebatan di bidangmu, lalu posisikan risetmu di dalamnya

Justifikasi metodologis — jelaskan kenapa desain yang kamu pilih paling tepat menjawab pertanyaan penelitian

Referensi internasional — porsi jurnal terindeks Scopus/WoS jadi indikator kedalaman kajianmu

Bahasa Inggris akademik — cek dulu ketentuan jurnal tujuan; kalau wajib, pertimbangkan proofreading profesional

Ketahanan menghadapi revisi — 2–3 putaran adalah hal biasa di level ini, bukan pertanda buruk

Persyaratan teknis dan alur submit-nya sama untuk semua level, dan sudah dijabarkan lengkap di Cara Publikasi Jurnal SINTA: 9 Langkah →


💬 Ingin tahu naskahmu realistis di SINTA 2 atau sebaiknya ke SINTA 3?

Ini pertanyaan yang lebih baik dijawab sebelum kamu menghabiskan enam bulan di antrean yang salah. Publica Scientific Solution menyediakan sesi konsultasi gratis untuk membedah naskahmu: kekuatan novelty, kesiapan metodologi, kecocokan scope, dan rekomendasi jurnal tujuan yang realistis.

Konsultasi Gratis Sekarang →

Berapa Lama dan Berapa Biayanya?

Estimasi berikut berlaku untuk naskah yang sudah siap dan tidak ditolak di jurnal pertama:

Tahap Estimasi di SINTA 2
Desk review editor 1–4 minggu
Penugasan reviewer 2–6 minggu
Peer review putaran 1 1–3 bulan
Revisi + putaran 2 (dan sering putaran 3) 1–3 bulan
Copyediting & layout 2–4 minggu
Menunggu jadwal terbit 0–6 bulan
Total realistis 6–12 bulan (bisa sampai 18)
⚠️ Tingkat penolakan di SINTA 2 tinggi. Kalau kamu ditolak di jurnal pertama setelah menunggu empat bulan, lalu memulai lagi dari nol, total waktumu bisa lewat dari dua tahun. Inilah kenapa menyiapkan 3 jurnal kandidat sejak awal bukan kemewahan — itu manajemen risiko.

Soal biaya, kisaran APC di SINTA 2 umumnya Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000 atau lebih. Tapi jangan buru-buru menyimpulkan mahal: cukup banyak jurnal SINTA 2 yang dikelola universitas negeri dan disubsidi penuh, sehingga gratis. Tidak ada daftar harga terpusat — satu-satunya sumber akurat adalah halaman Author Guidelines atau Publication Fee di website jurnal tujuan.

Rincian lengkapnya, termasuk biaya tersembunyi seperti submission fee, ada di Biaya Publikasi Jurnal SINTA →


Cara Memastikan Jurnalnya Benar-Benar SINTA 2

Klaim “terindeks SINTA 2” di website jurnal tidak berarti apa-apa sampai kamu memverifikasinya sendiri. Butuh lima menit:

✅ Verifikasi 3 langkah

  • 1. Cari nama jurnalnya di portal SINTA menu Journals, lalu pastikan peringkat yang tertera memang S2. Tidak ketemu = klaimnya tidak valid. Titik.
  • 2. Cek status dan masa berlaku akreditasinya di ARJUNA.
  • 3. Buka website jurnalnya: cek arsip terbitan terakhir, dewan editor beserta afiliasinya, dan halaman kebijakan biaya.

🚩 Tanda bahaya

  • ❌ Menjanjikan terbit tanpa review, atau dalam hitungan hari
  • ❌ Satu jurnal mengaku menerima semua rumpun ilmu sekaligus
  • ❌ Dewan editor tanpa afiliasi jelas
  • ❌ Mengaku “terindeks SINTA 2” tapi tidak ditemukan di portal SINTA
  • ❌ Edisi terakhir terbit lebih dari setahun lalu
  • ❌ Minta pembayaran penuh di muka sebelum ada keputusan editorial

✨ Publica Scientific Solution

Naskah SINTA 2 Butuh Persiapan Berbeda

SINTA 2 SINTA 1–6 Scopus Q1–Q4

💼 Cakupan pendampingan:

✅ Pemetaan Jurnal Tujuan
✅ Review & Editing Naskah
✅ Penyesuaian Template Jurnal
✅ Cek Plagiasi Turnitin
✅ Manajemen Submit di OJS
✅ Pendampingan Revisi Reviewer
✅ Manajemen Referensi Mendeley
Sertifikat Publikasi

Naskah untuk SINTA 2 bukan naskah SINTA 4 yang dipoles. Yang dibutuhkan adalah kebaruan yang tajam, kajian literatur yang mensintesis, dan kesiapan menghadapi dua sampai tiga putaran revisi. Di situlah pendampingan berperan.

Kami tidak menjanjikan naskah lolos tanpa review — tidak ada penyedia jasa yang jujur bisa menjanjikan itu. Yang kami pangkas adalah waktu yang biasanya hilang karena salah pilih jurnal, salah format, dan salah menanggapi reviewer.

Menerima artikel dari semua rumpun ilmu: Kesehatan, Pendidikan, Teknik, Ekonomi, Agama, Sosial, Hukum, Psikologi, dan lainnya.

Penutup

Publikasi jurnal SINTA 2 realistis — asal kamu datang dengan naskah yang memang selevel itu. Kalau tabel “Beda Naskah SINTA 3 dan SINTA 2” di atas membuatmu ragu, itu bukan kabar buruk. Itu justru menghemat enam bulan hidupmu.

Yang layak kamu bawa dari halaman ini: kebaruan harus bisa kamu nyatakan dalam satu kalimat. Kalau belum bisa, perbaiki dulu naskahnya — bukan cari jurnal lain.

Dan kalau ternyata SINTA 3 atau 4 lebih masuk akal untuk situasimu sekarang, ambil saja. Naik kelas ke SINTA 2 jauh lebih mudah setelah kamu punya satu artikel terbit sebagai bekal.


FAQ Publikasi Jurnal SINTA 2

Apa itu jurnal SINTA 2?

Jurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional yang memperoleh skor akreditasi ARJUNA antara 70 sampai di bawah 85 dan ditampilkan di portal SINTA dengan label S2. Ini peringkat kedua tertinggi di sistem akreditasi nasional, dan cukup banyak di antaranya juga terindeks Scopus atau Web of Science.

Berapa nilai KUM jurnal SINTA 2?

Merujuk pedoman PAK yang lazim dipakai, jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 dan 2 bernilai 25 angka kredit — jadi SINTA 2 setara SINTA 1 dari sisi bobot. Ketentuan ini bisa berubah mengikuti regulasi terbaru dan pembagiannya antar penulis diatur tersendiri; konfirmasikan ke kepegawaian atau LPPM kampusmu.

Berapa lama publikasi di jurnal SINTA 2?

Realistisnya 6–12 bulan dari submit sampai terbit, dan bisa sampai 18 bulan. Yang sering terlewat: setelah naskahmu diterima, kamu masih menunggu jadwal edisi berikutnya. Jurnal yang terbit dua kali setahun berarti antreannya bisa enam bulan meski naskah sudah beres sepenuhnya.

Berapa biaya publikasi jurnal SINTA 2?

Kisaran APC yang umum ditemui adalah Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000 atau lebih, tapi cukup banyak jurnal SINTA 2 dari universitas negeri yang gratis karena disubsidi institusi. Tidak ada daftar harga terpusat — cek langsung halaman Author Guidelines atau Publication Fee di website jurnal tujuan.

Apakah SINTA 2 setara Scopus Q4?

Tidak ada konversi resmi antara SINTA dan kuartil Scopus — keduanya sistem yang berbeda. Memang banyak jurnal SINTA 2 yang juga terindeks Scopus, tapi kuartilnya bervariasi. Menyebut SINTA 2 “setara Q3–Q4” adalah penyederhanaan yang sering dipakai di internet, bukan ketentuan resmi.

Apakah mahasiswa bisa publikasi di jurnal SINTA 2?

Bisa — jurnal menilai mutu naskah, bukan status penulis. Tapi realistis saja: peluangnya jauh lebih besar kalau kamu menulis bersama dosen pembimbing dan naskahmu berasal dari riset disertasi. Untuk mahasiswa S2 dengan tenggat sidang, antrean SINTA 2 sering lebih panjang dari sisa masa studi.

Kenapa naskah saya ditolak di SINTA 2 padahal formatnya sudah benar?

Kemungkinan besar masalahnya bukan format, melainkan kebaruan. Naskah yang menerapkan metode mapan di konteks baru sudah sangat baik untuk SINTA 3–4, tapi di SINTA 2 reviewer mencari kontribusi teoretis atau metodologis. Cek tabel perbandingan di artikel ini untuk melihat selisihnya per aspek.