Publikasi jurnal SINTA 2 adalah target yang paling sering disebut, dan paling sering meleset. Bukan karena penulisnya tidak mampu — tapi karena banyak yang datang membawa naskah berkualitas SINTA 3, lalu bingung kenapa ditolak.
SINTA 2 adalah peringkat kedua tertinggi dalam sistem akreditasi jurnal nasional, dengan skor ARJUNA 70 sampai di bawah 85. Bobot angka kreditnya 25 sama persis dengan SINTA 1. Itulah yang membuatnya jadi titik incar dosen yang mengejar Lektor Kepala. Untuk mahasiswa S3, cukup banyak program doktoral yang mensyaratkan minimal peringkat ini sebelum sidang.
Panduan ini tidak mengulang teori umum. Fokusnya satu hal yang jarang dijawab dengan jujur: apa persisnya yang membedakan naskah yang diterima SINTA 2 dari naskah yang mentok di SINTA 3 — lengkap dengan estimasi waktu dan biaya apa adanya.
🎯 Naskahmu sudah selevel SINTA 2 atau belum?
Konsultasi Gratis — Kami Bedah Naskahmu Dulu
SINTA 1–6 | Semua rumpun ilmu | Tanpa biaya konsultasi
🔍 Saya Ingin Langsung ke Bagian…
Apa Itu Jurnal SINTA 2?
Jurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional yang memperoleh skor akreditasi ARJUNA antara 70 sampai di bawah 85, lalu ditampilkan di portal SINTA dengan label S2. Dari sisi tata kelola, jurnal di level ini sudah setara jurnal internasional: proses editorial rapi, reviewer punya rekam jejak, dan penerbitannya konsisten.
Karena itu tidak sedikit jurnal SINTA 2 yang juga terindeks Scopus atau Web of Science. Konsekuensinya penting untuk kamu pahami: begitu sebuah jurnal masuk indeks internasional, standar naskahnya ikut naik — termasuk tuntutan Bahasa Inggris akademik.
Bedanya Naskah SINTA 3 dan SINTA 2
Ini bagian yang paling berharga di halaman ini. Mayoritas penolakan di SINTA 2 bukan soal template atau administrasi — melainkan karena naskahnya, secara substansi, memang naskah SINTA 3. Berikut selisihnya per aspek:
Siapa yang Sebaiknya Menargetkan SINTA 2?
Syarat Publikasi Jurnal SINTA 2
Selain syarat umum yang berlaku di semua level — orisinal, sesuai template, similarity di bawah ambang, berkas lengkap — jurnal SINTA 2 menuntut beberapa hal tambahan:
Kebaruan yang eksplisit — nyatakan kontribusimu di pendahuluan, jangan biarkan reviewer menebaknya sendiri
Sintesis literatur, bukan daftar — tunjukkan perdebatan di bidangmu, lalu posisikan risetmu di dalamnya
Justifikasi metodologis — jelaskan kenapa desain yang kamu pilih paling tepat menjawab pertanyaan penelitian
Referensi internasional — porsi jurnal terindeks Scopus/WoS jadi indikator kedalaman kajianmu
Bahasa Inggris akademik — cek dulu ketentuan jurnal tujuan; kalau wajib, pertimbangkan proofreading profesional
Ketahanan menghadapi revisi — 2–3 putaran adalah hal biasa di level ini, bukan pertanda buruk
Persyaratan teknis dan alur submit-nya sama untuk semua level, dan sudah dijabarkan lengkap di Cara Publikasi Jurnal SINTA: 9 Langkah →
💬 Ingin tahu naskahmu realistis di SINTA 2 atau sebaiknya ke SINTA 3?
Ini pertanyaan yang lebih baik dijawab sebelum kamu menghabiskan enam bulan di antrean yang salah. Publica Scientific Solution menyediakan sesi konsultasi gratis untuk membedah naskahmu: kekuatan novelty, kesiapan metodologi, kecocokan scope, dan rekomendasi jurnal tujuan yang realistis.
Berapa Lama dan Berapa Biayanya?
Estimasi berikut berlaku untuk naskah yang sudah siap dan tidak ditolak di jurnal pertama:
Soal biaya, kisaran APC di SINTA 2 umumnya Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000 atau lebih. Tapi jangan buru-buru menyimpulkan mahal: cukup banyak jurnal SINTA 2 yang dikelola universitas negeri dan disubsidi penuh, sehingga gratis. Tidak ada daftar harga terpusat — satu-satunya sumber akurat adalah halaman Author Guidelines atau Publication Fee di website jurnal tujuan.
Rincian lengkapnya, termasuk biaya tersembunyi seperti submission fee, ada di Biaya Publikasi Jurnal SINTA →
Cara Memastikan Jurnalnya Benar-Benar SINTA 2
Klaim “terindeks SINTA 2” di website jurnal tidak berarti apa-apa sampai kamu memverifikasinya sendiri. Butuh lima menit:
✅ Verifikasi 3 langkah
- 1. Cari nama jurnalnya di portal SINTA menu Journals, lalu pastikan peringkat yang tertera memang S2. Tidak ketemu = klaimnya tidak valid. Titik.
- 2. Cek status dan masa berlaku akreditasinya di ARJUNA.
- 3. Buka website jurnalnya: cek arsip terbitan terakhir, dewan editor beserta afiliasinya, dan halaman kebijakan biaya.
🚩 Tanda bahaya
- ❌ Menjanjikan terbit tanpa review, atau dalam hitungan hari
- ❌ Satu jurnal mengaku menerima semua rumpun ilmu sekaligus
- ❌ Dewan editor tanpa afiliasi jelas
- ❌ Mengaku “terindeks SINTA 2” tapi tidak ditemukan di portal SINTA
- ❌ Edisi terakhir terbit lebih dari setahun lalu
- ❌ Minta pembayaran penuh di muka sebelum ada keputusan editorial
✨ Publica Scientific Solution
Naskah SINTA 2 Butuh Persiapan Berbeda
💼 Cakupan pendampingan:
Naskah untuk SINTA 2 bukan naskah SINTA 4 yang dipoles. Yang dibutuhkan adalah kebaruan yang tajam, kajian literatur yang mensintesis, dan kesiapan menghadapi dua sampai tiga putaran revisi. Di situlah pendampingan berperan.
Kami tidak menjanjikan naskah lolos tanpa review — tidak ada penyedia jasa yang jujur bisa menjanjikan itu. Yang kami pangkas adalah waktu yang biasanya hilang karena salah pilih jurnal, salah format, dan salah menanggapi reviewer.
Menerima artikel dari semua rumpun ilmu: Kesehatan, Pendidikan, Teknik, Ekonomi, Agama, Sosial, Hukum, Psikologi, dan lainnya.
Penutup
Publikasi jurnal SINTA 2 realistis — asal kamu datang dengan naskah yang memang selevel itu. Kalau tabel “Beda Naskah SINTA 3 dan SINTA 2” di atas membuatmu ragu, itu bukan kabar buruk. Itu justru menghemat enam bulan hidupmu.
Yang layak kamu bawa dari halaman ini: kebaruan harus bisa kamu nyatakan dalam satu kalimat. Kalau belum bisa, perbaiki dulu naskahnya — bukan cari jurnal lain.
Dan kalau ternyata SINTA 3 atau 4 lebih masuk akal untuk situasimu sekarang, ambil saja. Naik kelas ke SINTA 2 jauh lebih mudah setelah kamu punya satu artikel terbit sebagai bekal.
FAQ Publikasi Jurnal SINTA 2
Apa itu jurnal SINTA 2?
Jurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional yang memperoleh skor akreditasi ARJUNA antara 70 sampai di bawah 85 dan ditampilkan di portal SINTA dengan label S2. Ini peringkat kedua tertinggi di sistem akreditasi nasional, dan cukup banyak di antaranya juga terindeks Scopus atau Web of Science.
Berapa nilai KUM jurnal SINTA 2?
Merujuk pedoman PAK yang lazim dipakai, jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 dan 2 bernilai 25 angka kredit — jadi SINTA 2 setara SINTA 1 dari sisi bobot. Ketentuan ini bisa berubah mengikuti regulasi terbaru dan pembagiannya antar penulis diatur tersendiri; konfirmasikan ke kepegawaian atau LPPM kampusmu.
Berapa lama publikasi di jurnal SINTA 2?
Realistisnya 6–12 bulan dari submit sampai terbit, dan bisa sampai 18 bulan. Yang sering terlewat: setelah naskahmu diterima, kamu masih menunggu jadwal edisi berikutnya. Jurnal yang terbit dua kali setahun berarti antreannya bisa enam bulan meski naskah sudah beres sepenuhnya.
Berapa biaya publikasi jurnal SINTA 2?
Kisaran APC yang umum ditemui adalah Rp1.500.000 sampai Rp5.000.000 atau lebih, tapi cukup banyak jurnal SINTA 2 dari universitas negeri yang gratis karena disubsidi institusi. Tidak ada daftar harga terpusat — cek langsung halaman Author Guidelines atau Publication Fee di website jurnal tujuan.
Apakah SINTA 2 setara Scopus Q4?
Tidak ada konversi resmi antara SINTA dan kuartil Scopus — keduanya sistem yang berbeda. Memang banyak jurnal SINTA 2 yang juga terindeks Scopus, tapi kuartilnya bervariasi. Menyebut SINTA 2 “setara Q3–Q4” adalah penyederhanaan yang sering dipakai di internet, bukan ketentuan resmi.
Apakah mahasiswa bisa publikasi di jurnal SINTA 2?
Bisa — jurnal menilai mutu naskah, bukan status penulis. Tapi realistis saja: peluangnya jauh lebih besar kalau kamu menulis bersama dosen pembimbing dan naskahmu berasal dari riset disertasi. Untuk mahasiswa S2 dengan tenggat sidang, antrean SINTA 2 sering lebih panjang dari sisa masa studi.
Kenapa naskah saya ditolak di SINTA 2 padahal formatnya sudah benar?
Kemungkinan besar masalahnya bukan format, melainkan kebaruan. Naskah yang menerapkan metode mapan di konteks baru sudah sangat baik untuk SINTA 3–4, tapi di SINTA 2 reviewer mencari kontribusi teoretis atau metodologis. Cek tabel perbandingan di artikel ini untuk melihat selisihnya per aspek.





